Rabu, 19 Maret 2014

DIVERSIFICATION

DIVERSIFIKASI PRODUK

Diversifikasi Produk adalah upaya yang dilakukan pengusaha/produsen/perusahaan untuk mengusahakan atau memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya.



Kotler (2001Ea:69) menyatakan konsep diversifikasi produk merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja bisnis yang ada dengan jalan mengidentifikasi peluang untuk menambah bisnis menarik yang tidak berkaitan dengan bisnis perusahaan saat ini.

Effendi (1996:109) mengemukakan bahwa diversifikasi produk didefinisikan sebagai suatu perluasan pemilihan barang dan jasa yang dijual oleh perusahaan dengan jalan menambah produk baru atau jasa ataupun memperbaiki tipe, warna, mode, ukuran, jenis dari produk yang sudah ada dalam rangka memperoleh laba maksimal.

Sedangkan Tjiptono (2001:132) mengemukakan definisi dari diversifikasi produk yaitu upaya mencari dan mengembangkan produk atau pasar yang baru, atau keduanya, dalam rangka mengejar pertumbuhan, peningkatan penjualan, profitabilitas dan fleksibilitas. Dari definisi di atas terlihat kesamaan pendapat mengenai tujuan diversifikasi yaitu perluasan atau penambahan terhadap barang dan jasa untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Beberapa pendapat yang berbeda menyatakan diversifikasi sebagai perluasan barang dan jasa dengan jalan penganekaragaman namun pendapat lain menyebutkan bahwa diversifikasi adalah menambah atau memperbaiki produk atau jasa sehingga dapat disimpulkan bahwa diversifikasi produk merupakan jalan atau strategi dalam perusahaan yang berkaitan dengan produknya dengan cara menambahkan jenis produknya atau melakukan penganekaragaman untuk memperluas pangsa pasar sehingga memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Suatu Perusahaan melakukan Diversifikasi Produk adalah untuk membuat produk tahan lebih lama, mengarah kepada produk siap konsumsi, memenuhi seleradan kebutuhan konsumen serta memperluas pasar, mempermudah transportasi, member nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya. Konsep diversifikasi produk merupakan upaya untuk mengusahakan atau memasarkan beberapa produk yang sejenis dengan produk yang sudah dipasarkan sebelumnya. Diversifikasi produk artinya menganeka ragaman produk.Jadi diawal satu produk utama dapat dibuat berbagai produk.


Jadi mengapa perusahaan melakukan diversifikasi produk karena sebuah perusahaan mengdiversifikasikan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang sudah percaya dengan sebuah produk tersebut dan untuk membandingkan hasil dari produk tersebut agar dapat lebih memperbaiki produk-produk sebelumnya supaya hasil produk tersebut lebih baik lagi. Dan berusaha/ memasarkan produk yang sejenis dengan produk yang sebelumnya intinya memodifikasi produk awal agar lebih baik lagi.


Diversifikasi produk merupakan salah satu cara untuk meningkatkan volume penjualan yang dapat dilakukan oleh perusahaan terutama jika perusahaan tersebut telah berada dalam tahap kedewasaan. Dengan diversifikasi produk, suatu perusahaan tidak akan bergantung pada satu jenis produknya saja. Tetapi perusahaan juga dapat mengandalkan jenis produk lainnya (produk diversifikasi). Karena jika salah satu jenis produknya tengah mengalami penurunan, maka akan dapat teratasi dengan produk jenis lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui hubungan antara diversifikasi produk dengan volume penjualan, dan sejauh mana diversifikasi produk yang dilaksanakan oleh perusahaan dapat mempengaruhi tingkat volume penjualan perusahaan tersebut.


Banyak perusahaan yang memproduksi minuman, mulai dari air mineral, juice, hingga minuman berkarbonasi beredar di pasaran saat ini, namun untuk jenis minuman berkarbonasi coca cola lah juaranya, jenis minuman yang di produksi oleh The Coca Cola Company ini pada awalnya hanya minuman campuran sirup karamel yang diciptakan oleh John Styth pemberton ini hanya dipasarkan di apotikn miliknya dengan harga 5 sen, namun yang membuat unik dari produk ini adalah rasa yang berbeda dari minuman lainnya, namun lama kelamaan ada produk saingan yang menyaingi coca cola, yaitu mirinda, pepsi.
Hal inilah yang membuat perusahaan ini mndiversifikasikan produknya, dengan berbagai jenis keunikan yang dimiliki oleh masing-masing produk:

1. Coca- Cola, yaitu jenis minuman soda pertama kali yang dikeluarkan, dengan bahan campuran sirup karamel seperti apa yang telah dijelaskan diatas tapi sampai saat ini produk tersebut merajai pasaran minuman soda didunia.
2. Diet Coke, yaitu adik dari Coca-Cola dengan jenis yang sama namun dengan kandungan yang berbeda, Diet Coke diciptakan bagi mereka yang menyukai minuman soda, namun tidak ingin gemuk. Produk ini biasanya disukai oleh wanita.
3. Frestea, yakni jenis minuman berbahan dasar teh yang dikalengkan maupun dalam kemasan botol. Yang membuat produk ini diminati masyarakat adalah tidak hanya rasa teh saja yang disajikan, namun banyak varian yang disediakan, yaitu frestea green tea bagi mereka yang ingin lebih sehat, frestea fruit yaitu minuman teh denagn campuran rasa buah.’
4. Ades, adalah jenis minuman air mineral namun keberadaanya kurang populer jika dibandingkan dengan Aqua yang diproduksi oleh danone, tapi masih tetap berada dijajaran atas produk air mineral di Indonesia.
5. Minute Maid, adalah jenis jus dengan rasa jeruk asli. Yang unik dari produk ini adalah tembahan bulir dari buah jeruk yang terdapat dibotol jika kemasan di kocok/shake. Ini yang membuat masyarakat menyukai produk ini.

Dengan melakukan diversifikasi produk, The Coca Cola Company tetap eksis di masyarakat dengan produk andalannya Coca -Cola. Dengan diversifikasi ini pula dapat menguarangi pengangguran karena dengan beragamnya produk maka akan membutuhkan tenaga kerja lebih banyak lagi.


 Ada  3  bentuk  strategi  diversifikasi  yakni  :  strategi  diversifikasi  konsentris,  horizontal,  dan konglomerat. 


a.  Strategi Diversifikasi Konsentris (Concentric Diversification Strategy)
Dijalankan dengan menambah produk baru yang masih terkait dengan produk yang ada saat ini baik keterkaitan dalam kesamaan teknologi, pemanfaatan fasilitas bersama, ataupun jaringan  pemasaran  yang  sama.  Pedoman  keberhasilan  strategi  diversifikasi  konsentris adalah :
-          Bersaing dalam industri yang tidak atau rendah pertumbuhannya
-     Adanya produk baru yang terkait dengan produk yang ada saat ini dapat menaikkan penjualan produk yang ada
-          Produk baru ditawarkan pada harga yang kompetitif
-         Produk yang ada saat ini berada pada tahap penurunan dalam daur hidup produk Memiliki tim manajemen yang kuat.
Contoh diversifikasi konsentris (Concentric Diversification Strategy) :
-          Perusahaan  mobil  seperti  Suzuki  dan  Honda  juga memproduksi sepeda motor.
-    Kelompok  usaha  Kompas  Gramedia  masuk  ke  bisnis penerbitan  (Elexmedia    Komputindo),  toko  buku (Gramedia) dan penyiaran (Radio Sonora dan TV7).
  
b.  Strategi Diversifikasi Horizontal (Horizontal Diversification Strategy)
Strategi  diversifikasi  horizontal  adalah  strategi  menambah  atau  menciptakan  produk baru yang tidak terkait dengan produk saat ini kepada pelanggan saat ini. Dasarnya adalah, bahwa perusahaan sudah sangat familiar dengan pelanggannya saat ini dan pelanggan saat ini  sangat  loyal  dengan  merk/brand  perusahaan.  Pedoman  yang  akan  menjamin keberhasilan strategi diversifikasi horizontal adalah :
-     Tambahan produk baru akan meningkatkan revenue secara signifikan.
-     Tingkat kompetisi yang tajam dalam industri yang tidak tumbuh, margin dan return rendah.
-      Saluran distribusi yang ada saat ini dapat dimanfaatkan.
Contoh diversifikasi horizontal (Horizontal Diversification Strategy) :
-      PT.  Garuda  Indonesia  Airways  memiliki  jaringan  hotel  di Indonesia yaitu PT.   Aerowisata.
-      Kelompok  Usaha  Kompas  membuka  bisnis  jasa konsultansi perjalanan (travel biro) yang khusus ditujukan bagi  pelanggan  Koran  dan  Majalah  Kelompok  Kompas – Gramedia.

c.  Strategi Diversifikasi Konglomerasi (Conglomerate Diversification Strategy)
Penambahan produk baru dan dipasarkan pada pasar baru yang tak terkait dengan yang ada  saat  ini.  Ide  dasar  strategi  ini  terutama  pertimbangan  profit.  Untuk  menjamin  strategi diversifikasi konglomerasi efektif, ada beberapa pedoman yang perlu diikuti, yakni:
-       Terjadi penurunan penjualan dan profit.
-       Kemampuan manajerial dan modal untuk berkompetisi dalam industri baru
-       Tercipta sinergi financial antara perusahaan yang  diakuisisi  dengan  yang      mengakuisisi  pasar bagi produk saat ini sudah jenuh.
-       Ada  peluang untuk  membeli  atau  memperoleh  bisnis  baru  yang  tak  terkait yang memiliki peluang investasi yang menarik.
-        Jika ada tindakan antitrust atas bisnis yang terkonsentrasi pada bisnis tunggal.
Contoh diversifikasi konglomerasi (Conglomerate Diversification Strategy) :
-        PT.  Bank  Lippo,  Tbk  sebagai  cikal  bakal  Group  Lippo memutuskan  untuk  bergerak    di  sektor  properti  seperti Lippo Karawaci, Lippo Cikarang, dan Lippo Development.
-         PT.  Maspion  Indonesia  memiliki  PT.  Bank  Maspion Indonesia,  Maspion  Securities, dan  Maspion  Money Changer.

Selasa, 11 Maret 2014

JOGER JELEK IBU DERINTA CANTIK

Mr. JOGER

Pusat Oleh Oleh khas bali ini, memiliki banyak keunikan, salah satunya adalah sebuah strategi pemasaran yang di pakainya yaitu Strategi Pemasaran Paradoksal. maksudnya adalah, berbanding terbalik dari biasanya. strategi ini, lebih memilih untuk menjelek jelek an produknya sendiri, ketimbang meng - unggul - unggulkannya. padahal semua orang pun tahu bahwa Produk Joger lebih unggul kualitasnya sampai turis mancanegara pun mengakui nya. Pemilik dari Joger bali ini adalah Mr. JOSEPH THEODORUS WULIANADI. alasan kenapa ia memberi kan nama JOGER pada bisnisnya adalah, pertama JOGER kata "JO" dari nama depannya "JOseph" dan "GER" dari nama kawannya dalam rangka mengenang dan / atau menghargai kebaikan Mr. Gerhard Seeger mantan teman sekolahnya (di Hotelfachshule, Bad Wiesee, Jerman Barat, tahun 1970-an) yang telah menghibahkan dana segar sebesar US $ 20.000 sebagai hadiah pernikahan nya.

Mr. Joger adalah seorang yang sukses, dengan bisnisnya yang terkenal, berupa T – Shirt, dan berbagai jenis pernak pernik joger lainnya.

Ia mengajarkan bahwa menjadi seorang marketing itu di tuntut untuk selalu konsisten. Dan selalu menemukan ide ide kreatif dan unik. Sehingga orang mampu menyukai setiap hal yang kita buat.

Mr Joger, dengan bangga nya menjatuhkan produknya sendiri, dengan mengatakan bahwa joger itu jelek, namun strategi yang seperti ini lah yang menjadi magnet para pembeli untuk membeli setiap merchandise dari joger.

Mr. Joger menjual produknya dengan konsisten, ia lebih memilih kepuasaan dan kebahagiaan konsumen terhadap produk yang ia jual. Dan strategi ini pun di pakai dalam menarik minat konsumen, dengan melarang konsumen untuk membeli produknya sesuai yang ia tentukan. Sifat strategi paradoksal nya ini lah yang menjadi magnet konsumen untuk membeli produk joger.

Ia selalu konsisten terhadap setiap penjualan produknya, dengan kreativitas dan diferensiasi, dan baginya inovasi itu adalah suatu keharusan dalam mengembangkan bisnis. Karena dengan inovasi maka konsumen tidak akan pernah bosan, dan selalu merasakan kepuasan. Serta selalu mengembangkan keunikan dalam pabrik kata kata joger. Keunikan yang terdapat pada kaos joger inilah yang mengikat loyalitas konsumen pada produk produk joger. Terbukti dengan setiap harinya joger mampu mengeluarkan minimal satu desain. Jadi, setiap hari selalu ada yang baru.

Strategi ini sangat berkaitan erat dengan filosofi dasar yang di pakai Mr Joger Ia Mengatakan : “Lebih baik sedikit tapi cukup daripada banyak tapi kurang”. Ia pun mengatakan bahwa : “Saya berharap orang beli kepuasan, kebahagiaan, bukan beli barang.”

Itu artinya bahwa Mr Joger lebih mementingkan kepuasan konsumen, dan kebahagiaan hati konsumen, bukan hanya menjual barang dengan harga yang mahal, namun kepuasan dan kebahagiaan konsumen juga harus di utamakan,

Mr Joger pun dalam bisnisnya tidak mengejar berapa omset atau profit yang di perolehnya,baginya lebih baik untuk mengontrol omzet yang di keluarkan. Ketimbang berlomba lomba untuk mengejar profit atau laba.


BRAND.


Joger merupakan sebuah merek terkenal dari Bali yang memposisikan dirinya melalui tagline yang diusung sebagai “Pabrik Kata-Kata”. Mulai dari T-shirt, keramik, gantungan kunci, sandal, stiker, batik, dan sebagainya dapat kita temui di sana tentunya dengan desain kata-katanya yang unik dan nyeleneh.  Keberanian Joger mengusung slogan “Bali Bagus, Joger Jelek”. Hal ini sungguh terbilang keberanian yang sangat besar. Di saat produsen lain sibuk mengusung slogan yang mengunggulkan produknya dengan menampilkan segala kelebihan yang dimiliki, Joger justru mengklaim  produknya sebagai produk yang jelek.


SEGMENTASI PASAR :


Segmentasi Pasar  Mr Joger adalah Pemasaran Mikro/Wilayah Lokal (local market)
Untuk jenis ini umumnya merupakan pemasaran yang didasarkan pada satu wilayah (disebut area lokal), dimana perusahaan cenderung tidak melakukan ekspansi di luar wilayah tersebut. Produk-produknya otomatis sangat bernafaskan daerah dan hanya bisa ditemui di daerah tersebut, kebanyakan contohnya adalah produk-produk makanan daerah atau produk kesenian / wisata.
Konsistensi Joger untuk mempertahankan Brand Joger di pulau Bali juga mampu mempertahankan hidup brand dan keaslian brand tersebut. Joger tidak bisa dibeli di luar pulau Bali, sehingga jika orang menggunakan Joger berarti pernah berlibur ke Bali. Kualitas kainnya pun tidak kalah dengan brand luar negeri seperti Billabong dan Quick Silver, namun harga merakyat untuk orang Indonesia.

Sabtu, 01 Maret 2014

PERBEDAAN X CAKUPAN X PEMASARAN TGS JILID IV


Segmentasi pasar membuka kesempatan-kesempatan segmen pasar yang dihadapi oleh perusahaan tersebut. Perusahaan itu sekarang harus memutuskan berapa banyak segmen yang harus dicakup dan bagaimana mengidentifikasi segmen-segmen terbaik.
Dalam masalah pentargetan pasar maka ada tiga macam alternative yang dipakai dalam pencakupan pasar :

1.     Pemasaran Serba Sama (Undifferentiated Marketing).
Perusahaan mencoba untuk mengembangkan produk tunggal yang dapat memenuhi keinginan semua atau banyak orang.
Perusahaan itu mungkin memutuskan untuk mengabaikan perbedaan-perbedaan segmen pasar dan melayani seluruh pasar dengan satu tawaran pasar. Perusahaan itu menitik beratkan pada hal hal umum demi kebutuhan konsumen bukanya pada hal-hal berbeda. Perusahaan tersebut merancang sebuah produk dan sebuah program pemasaran yang akan menarik jumlah konsumen paling banyak. Perusahaan itu mengandalkan distribusi massal dan iklan massal. Perusahaan itu bertujuan memberi produknya sebuah citra istimewa di benak konsumen.
Didalam hal ini pemasaran tak-berbeda sangat hemat. Produksi, Investasi dan Transportasi rendah.program iklan tak tak berbeda dan menekan anggaran iklan.tidak ada riset pemasaran segmen dan manajemen produk.
Buruknya dalam hal ini persaingan perusahaan satu dengan yang lainya sangat ketat dalam merebut segmen besar dan tidak puas dalam segmen kecil.
2.     Pemasaran Serba Aneka (Differentiated Marketing)
Perusahaan mencoba untuk mengidentifikasikan kelompok-kelompok pembeli tertentu (segmen pasar) dengan membagi pasar kedalam dua kelompok atau lebih. Pada sekelompok pembeli dapat ditawarkan jenis produk yang berbeda dengan kelompok lain, sehingga satu perusahaan dapat menjual beberapa produk
Dalam hal ini perusahaan memutuskan untuk beroprasi di dalam beberapa segmen dan menyusun tawaran-tawaran tersendiri bagi masing-masing segmen.Perusahaan mengharap mendapatkan angka penjualan yang tinggi dan posisi  mapan dalam masing masing segmen. Perusahaan itu mengaharapkan bahwa dengan mendapatkan posisi lebih kuat akan memperkuat identifikasi seleuruh konsumen perusahaan itu berdasarkan kategori produknya. Pada hal berikutnya hal lebih lanjut yaitu perusahaan mengharapkan pembelian ulang lebih besar karena cocok dengan keinginan konsumen bukan sebaliknya.
Contoh:
Saat ini coca cola membuat produk minuman dengan berbagai rasa. Ada fanta dan sprite
Resikonya:
- Biaya modifikasi produk meningkat
- Biaya administrasi meningkat
- Biaya penyimpanan menigkat
- Biaya promosi meningkat
3.     Pemasaran Terpusat (Concentrated Marketing).
Perusahaan hanya memusatkan usaha pemasarannya pada satu atau beberapa kelompok pembeli saja.
Banyak Perusahaan melihat kemungkinan ketiga yang terutama menarik apabila sumber daya perusahaan terbatas. Perusahaan tidak mencari bagian kecil dari pasar melainkan mecari bagian besar dari satu ataupun beberapa sub-pasar.
  
Beberapa perusahaan melakukan pemasaran yaitu Volkswagen pada mobil pada pasar mobil kecil, Casio pada kalkulator, Olympus pada kamera,. Melalui pemasaran terpusat itu memperoleh posisi pasar yang kuat dalam segmen segmen yang dialami. Hal ini dikarenakan pengetahuan kebutuhan di samping reputasinya yang khas. Lebih lajut lagi memanfaatkan pada eks gambar,tapi dikarenakan spesiakisasi, terhadap pasar tersebut sudah sangat matang
Pada saat yang sama, pemasaran terpusat mendatangkan resiko lebih banyak mendatangkan resiko biasanya.misalnya seandainya wanita-wanita muda tiba-tiba berhenti membeli pakaian olahraga ataupun para competitor berusaha memasuki segmen yang sama

FRENDY PRAHARDITA
11.2.1.1.043
DIV MPHB_6




KELEBIHAN VS KEKURAGAN TGS JILID III

1.     Periklanan

Kelebihan :
  • Dapat dilihat semua orang
  • Ditampilkan berulang-ulang sehingga dapat diingat oleh konsumen
  • Kebanyakan diminati dan dimengerti orang
  • Biasanya tampilannya menarik dan disukai banyak orang
  • Iklan tidak dapat dimusnahkan oleh orang lain kecuali si pembuat iklan itu sendiri

Kekurangan  :
  • Tidak ada tanggapan langsung terhadap penerima informasi
  • Biaya cukup mahal untuk membuat iklan apa lagi sampai iklan yang heboh. (memang jika berhasil akan memberikan hasil yang berlipat ganda tapi jika tidak berhasil ada kemungkinan mengalami kerugian).
  • Konsumen ragu untuk membeli


2.     Penjualan Secara Personal
Kelebihan :
  • Bisa secara langsung berinteraksi dengan konsumen  sehingga dapat mengetahui tamu interest dengan produk kita atau tidak.
  • Konsumen lebih tertarik untuk membeli produk, karena dapat dilihat secara langsung

Kekurangan :
  • Membutuhkan orang-orang yang mampu meyakinkan konsumen  agar membeli produk kita 
  • Membutuhkan biaya dan waktu untuk orang-orang tersebut
  • Hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang ditemui

3.     Promosi Penjualan

Kelebihan :
  • Memberikan minat konsumen yang sudah tidak tertarik untuk kembali memperhatikan bahkan mebeli produk tersebut.
  • Memberi daya tarik tersendiri yang memancing minat konsumen  yang dikarenakan hadiah/potongan harga pada saat promosi tersebut menggiurkan konsumen.

Kekurangan :
  • Kesan konsumen hanya terhadap hadiah/potongan harga pada saat  promosi dan bukan karena barang/item tersebut.
  • Konsumen hanya ingin membeli produk jika mendapat promosi (potongan harga/hadiah)
  • Jika promosi dihentikan minat konsumen berkurang


4.     Pemasaran Langsung

Kelebihan :
  • Dapat dengan Cepat dan Mudah disebarkan kepada konsumen
  • Simpel sehingga konsumen tidak bingung menggunakannya
Kekurangan :
  • Hanya orang-orang tertentu yang dapat mengetahui informasi dan cara penggunaannya.
  • Jangkauan luas, hanya saja tidak dapat menyebar kesemua orang.

5.     Merchandising

Kelebihan:
  • Menarik minat pembeli dari item-item yang dibagikan secara gratis.
  • Menumbuhkan kreatifitas untuk membuat item-item yang dapat menarik minat konsumen
  • Ketika mendapatkan item gratis tersebut, konsumen akan penasaran menggunakan item yang kita sebar luaskan tersebut
  • Daya ingat pembeli akan kuat dengan brand yang kita taruh pada item gratis tersebut.

Kelemahan :
  • Sangat membutuhkan biaya dan pertimbangan yang kuat
  • Membutuhkan desain yang baik agar pembeli tertarik
  • Banyak mengabiskan waktu dalam pembuatan desain
  • Kemungkinan besar konsumen akan tertarik pada item gratis tersebut dibandingkan item yang sesungguhnya akan dijual.
  • Konsumen bisa saja tidak berminat membeli produk tersebut dikarenakan item gratis tersebut telah habis

6.     Hubungan Masyarakat

Kelebihan :
  • Irit Biaya
  • Penyampaiannya simple dan dapat dimengerti orang.
  • Berdampak pada orang-orang yang cuek terhadap iklan(menarik perhatian orang-orang ini)
Kekurangan :
  • Tidak seluas penyebaran iklan
  • Tidak banyak ketahui orang